Category: Bisnis

Tarif Taksi ” On-line ” Rp 3. 500 per Kilometer

Regulasi baru taksi on-line dengan efisien mulai berlaku mulai 1 Juli 2017 tempo hari. Walau sekian, dalam pengerjaannya Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, akan kembali lakukan pelajari kurun waktu enam bln. ke depan.

Berkenaan dengan sudah diterbitkannya PM 26 Th. 2017 pada tanggal 1 April 2017, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memohon semuanya pihak memerhatikan bebrapa point perlu dari pemberlakuan PM 26 Th. 2017. Terlebih tentang penetapan tarif, kuota, dan kepemilikan unit kendaraan.

Berkaitan kuota, Kemenhub memohon Gubernur atau Kepala Tubuh yang berwenang berkonsultasi terlebih dulu dengan Ditjen Perhubungan Darat untuk memperoleh referensi. Sedang berkaitan tarif batas atas serta batas bawah, Kemenhub membaginya jadi dalam dua lokasi.

Lokasi I untuk Sumatera, Jawa, serta Bali dengan tarif batas bawah sebesar Rp 3. 500, – per km serta batas atas sebesar Rp 6. 000, – per km. Sedang lokasi II untuk Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, serta Papua dengan tarif batas bawah Rp 3. 700, – per km serta batas atas sebesar Rp 6. 500, – per km.

Sesaat tentang kepemilikan kendaraan atau Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (STNK) atas nama tubuh hukum seperti disebut dalam Pasal 66 ayat (3), Kemenhub mengambil keputusan untuk Tubuh Hukum berupa Koperasi.

Untuk anggota Koperasi yang mempunyai STNK atas nama perseorangan masih tetap bisa memakai kendaraannya untuk lakukan aktivitas usaha Angkutan Sewa Spesial (ASK) atau taksi on-line hingga akhir waktu berlaku, dengan menyertakan Kesepakatan Hubungan kerja (PKS) pada anggota Koperasi dengan pengurus Koperasi.

Menhub menginginkan terkecuali dari lembaga berkaitan serta sopir, orang-orang juga butuh menyesuaikan serta diberi edukasi terlebih tentang perubahan-perubahan yang ada pada system proses taksi on-line.

” Orang-orang mesti diberi edukasi kalau tidak bisa ada stagnansi, tidak bisa ada suatu hal yg tidak dikehendaki. Oleh karena itu, kita telah berikan sebagian ketetapan berkaitan kuota, tarif batas atas serta bawah, dan kepemilikan kendaraan yang ditata atau diundangkan oleh Negara, ” ucap Menhub dalam tayangan resmi Biro Komunikasi serta Info Umum Kementerian Perhubungan, Minggu (2/7/2017). Pilihlah angkutan sesuai kebutuhan Anda agar tidak menyesal.