Angka Kemiskinan Naik karena UMKM Tak Siap Hadapi MEA – Aplikasi UMKM dan Sarana pendamping UMKM Konektifa

Era perdagangan bebas ASEAN yang dikenal dengan ASEAN Economic Community (MEA) telah berjalan sejak akhir 2015. Sayangnya, banyak Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia belum siap bersaing dengan negara-negara di Asia Tenggara. Ketidaksiapan semacam itu bisa menjadi ancaman utama bagi kemiskinan. Aplikasi UMKM dan Sarana pendamping UMKM Konektifa.

Menteri Koperasi dan Pengembangan Pengusaha Usaha Kecil Indonesia selama masa Orde Baru, Subiakto Tjakrawerdaya dalam diskusi yang diselenggarakan oleh Komite Industri dan Ekonomi Nasional (KINERJA) menyatakan keprihatinannya atas ketidaksiapan pengusaha UMKM nasional di era perdagangan bebas ASEAN.

“UMKM belum siap menghadapi MEA,” kata Subiakto di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (6/4/2016). “Tidak ada konsep atau jalan keluar untuk membantu UMKM.

BACA JUGA
Kementrian Koperasi Akan Mengembangkan Model Pariwisata Desa
Koperasi Memiliki Peran Penting untuk Mengembangkan Industri di Daerah
Saran Dino Patti Djalal Mendukung Kesuksesan Indonesia di MEA

Dengan ketidaksiapan ini, akan melahirkan atau meningkatkan tingkat kemiskinan. Kondisi ini dapat menyebabkan pelebaran jurang antara orang miskin dan orang kaya (rasio gini).

“Kemiskinan bisa lebih besar, rasio gini lebih lebar, dan ini bukan situasi yang kita harapkan,” kata Subiakto. “Kondisi ini bisa berbahaya karena tidak sesuai dengan tujuan kemerdekaan Indonesia, kemakmuran seluruh rakyat Indonesia.”

Lebih lanjut dia menyarankan agar pemerintah Joko Widodo (Jokowi) memaksimalkan model pengembangan usaha koperasi untuk keluar dari masalah MEA yang dihadapi UMKM. Mereka, lanjutnya, bisa membentuk koperasi agar bisa bersaing dengan negara lain, karena skala usahanya lebih besar.

“Jika kebanyakan petani hanya memiliki lahan seluas 0,5 hektare (ha) atau petani kecil, atau petani yang hanya memiliki 1-2 kambing atau ternak tidak layak atau tidak layak secara ekonomi.

Tapi dengan membentuk koperasi, skala usaha menjadi lebih besar, dan layak. Bersaing tidak takut karena kambing atau sapi bisa jadi 20 ekor, lahan untuk pertanian lebih luas, “jelasnya.

Menurutnya, koperasi Indonesia sebagai wadah gerakan ekonomi untuk pengentasan kemiskinan. Karena fungsi Koperasi adalah pemberdayaan dan perlindungan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi anggota ekonomi dan sosial, antara lain:

1. Perubahan dari persaingan menjadi kerjasama ekonomi yang efisien
2. Menciptakan skala ekonomis
3. Memperluas jangkauan pasar
4. Menciptakan ide kreatif dan inovatif
5. Berbagi risiko bersama
6. Berikan jaminan pasar
Mudah diakses keluarga miskin

“Jadi koperasi dibangun untuk mengentaskan kemiskinan di Indonesia karena akan memungkinkan masyarakat miskin untuk mengakses kegiatan ekonomi yang lebih baik,” kata Subiakto.

Itulah informasi Angka Kemiskinan Naik karena UMKM Tak Siap Hadapi MEA – Aplikasi UMKM dan Sarana pendamping UMKM Konektifa

Leave a Reply