10 Miliarder yang Tak Suka Pamerkan Kekayaan





10 Miliarder yang Tak Suka Pamerkan Kekayaan

Image Source: http://www.cityam.com/assets/uploads/content/2016/01/bc-243-billionaire-stats-v1-568f88c3576eb.jpg

Ada cukup banyak miliarder yang menghindari hingar-bingar, sembari meraup kekayaan dalam jumlah luar biasa.
Mereka cenderung melakukan investasi cermat, bukan memamerkan atau membuang-buang kekayaan pada hal-hal tak berguna.

Berikut adalah 10 manusia outstanding kaya yang dimaksud:

Mukesh Ambani

Mukesh Ambani adalah orang terkaya di India dengan kekayaan bersih senilai US$ 30,7 miliar. Ia memiliki bisnis di berbagai bidang melalui Reliance Industries Limited sehingga kekayaannya berasal dari berbagai sumber.
Ia adalah pria terkaya India selama satu dekade terakhir dan masih belum ada yang mendekati peringkatnya. Ia pun terhitung sebagai salah satu orang paling berpengaruh sedunia.
Walau bisnisnya hadir di berbagai bidang dan namanya diketahui banyak orang di India, Mukesh Ambani sendiri tidak terlalu gemar menjadi sorotan dan mempersilahkan istri dan anak-anaknya lebih menonjol dalam berbagai acara.

Vladimir Kim

Vladimir Kim adalah seorang pengusaha dan miliarder Kazakhstan. Ia menjabat sebagai seorang eksekutif bisnis penghasil tembaga, Kazakhmys.
Perusahaan itu terdaftar dalam pasar modal London Stock Exchange sejak 2005 dan Kim malah membeli lebih banyak lagi saham perusahaan sehingga kemudian semakin menambah kekayaannya.
Selain urusan produksi tembaga, ia memiliki saham di sebuah perusahaan pertambangan, KAZ Minerals, hingga sekitar 33 persen.
Kepemilikan itu mengkokohkan dirinya sebagai orang terkaya di Kazakhstan, bahkan di seluruh republik pecahan Soviet di luar Rusia.
Pencapaian itu diraih dengan kerja keras, dedikasi dan juga keputusan bisnis yang lihai, yaitu berada di tempat yang tepat, melakukan yang benar di saat yang tepat.
Menurut sebagian orang, Kim adalah seorang yang gila kerja. Hanya sedikit urusan pribadinya yang diketahui masyarakat dan ia memang menyembunyikannya.

Allan Wong

Vtech Holdings adalah salah satu perusahaan mainan yang ditenagai listrik, sekaligus memasok mainan dan beberapa produk elektronik untuk anak-anak dan sekolah di seluruh dunia.
Perusahaan kemudian merambah ke sejumlah operasi lain, misalnya penyediaan beberapa layanan manufaktur eletronik lainnya, sehingga terhitung sebagai salah satu yang paling terkemuka sedunia sebagai penyedia jasa jenis tersebut.
Pada awalnya, fokus utama perusahaan adalah dalam pengembangan permainan video. Produk pertamanya adalah konsol permainan video. Semua itu berkat kegigihan Allan Wong dan rekannya sesama pendiri perusahaan. Mereka mendirikan pabrik, kemudian membangun merek mereka sendiri hingga akhirnya menjadi bisnis miliaran dolar.
Kekayaan Wong baru saja bertambah sejak masa-masa Vtech. Ia sekarang menjadi wakil pimpinan Bank of East Asia dan memegang sejumlah posisi berpengaruh semisal direktur non-eksekutif untuk Li and Fung, pengelola rantai pasokan global bagi beberapa merek Barat.
Dengan kekayaan senilai US$ 1,46 miliar, orang yang berpapasan dengannya di jalan tidak akan menyangka karena tampilannya yang sangat biasa dan caranya menjalani hidup.

John Sall

John Sall meraup penghasilan sebagai pengembang perangkat lunak dan memulainya bersama dengan beberapa orang lainnya sejak masih berkuliah.
Ia adalah salah satu pendiri SAS Institute, suatu perusahaan perangkat lunak untuk keperluan analitik. Kemudian, ia mulai mengembangkan beberapa jenis perangkat lunak perhitungan statistik semisal JMP.
Dengan demikian, ia menjadi salah satu pelopor penggunaan komputer untuk keperluan analitik.
Ceruk pasarnya memang sangat khusus, tapi berdampak besar dan dengan banyak manfaat. Dengan demikian, Sall bisa meraup hingga kira-kira US$ 4,8 miliar. Ia sekarang memiliki sepertiga SAS dan duduk dalam dewan penasihat untuk beberapa komite guna membagikan keahliannya dalam bidang pengembangan perangkat lunak komputer, menulis skrip, dan coding.
Ia tidak terlihat seperti seorang ilmuwan komputer dan gaya hidupnya juga biasa saja. Sall menggunakan uangnya untukmemastikan para karyawan menikmati waktu-waktu mereka dan memiliki lingkungan kerja yang menyenangkan.

James Leprino

Mungkin Anda tak pernah mendengar nama miliarder ini, tapi produk perusahaannya mungkin pernah kita makan dalam piza, salad, dan beberapa jenis pasta.
Perusahaan milik James Leprino membuat keju mozzarella.
Leprino memulai usaha dari bawah dan sekarang meraup US$ 3,1 miliar. Tapi, dengan segala kesuksesan, ia memastikan bahwa dirinya tetap membumi.
Ia dilahirkan dalam keluarga imigran Italia dan ingin melakukan sesuatu yang bermakna, sehingga kemudian terlibat dalam satu hal yang disukai bangsa Italia, yaitu makanan.
Ia sekarang menjabat sebagai Pimpinan dan CEO di Leprino yang memiliki pabrik di berbagai bagian dunia. Tapi ia menyenangi privasi sehingga foto dirinya pun tidak banyak beredar.

Takemitsu Takizaki

Takizaki juga meraup keberuntungan melalui teknologi, dalam ceruk tertentu di pasar dan kemudian mengisinya itu sehingga mendatangkan banyak uang dalam prosesnya.
Hal yang dilakukan Takizaki memiliki dampak international dalam hampir semua yang terkait dengan elektronika.
Ia mendirikan perusahaan bernama Keyence, yang mengembangkan dan membuat berbagai perangkat, mulai dari pembaca kode garis, penanda laser, alat ukur, mikroskop virtual, dan banyak lagi.
Perusahaan yang berkedudukan di Jepang itu lebih fokus pada merangancang dan pengembangan produk. Perusahaan itu menjadi salah satu Top 10 Perusahaan Paling Hebat di Jepang.
Takizaki masih duduk dalam dewan direktur dan memiliki 25 persen saham di perusahaan, sehingga nilai bersihnya sekitar US$ 12,eight miliar.
Tapi, kalau orang yang tidak mengenalnya berpapasan dengan dia, tentu tidak menyangka bawah Takizaki adalah seorang miliarder. Apalagi ia pun cukup menghindar, tidak gemar diambil gambarnya, dan jarang melakukan wawancara.

David Murdock

David Murdock sudah berusia ninety four tahun dan ia membaktikan diri, waktu, dan kekayaannya untuk tujuan-tujuan amal.
Selama bertahun-tahun, ia terlibat dalam banyak hal dan membuat beberapa keputusan lihai dalam urusan keuangan.
Kekayaannya terutama diperoleh sebagai Kepala dan CEO untuk Dole Food Company, suatu perusahaan pemasaran terbesar buah-buahan dan sayur-sayuran.
Murdock termasuk jenis orang yang tidak memamerkan uangnya, bahkan hampir tidak pernah.
Ia menghindari gaya hidup mewah dan tidak terlalu gemar melakukan wawancara tentang bisnis atau kekayaannya.
Tapi ia mau berada di depan kamera untuk membahas upaya-upaya amal yang melibatkan dirinya. Sekarang ini ia mendermakan bagian besar dari kekayaannya senilai US$3 miliar untuk keperluan amal.

Bradley Hughes

Bradley Hughes membentuk dirinya sendiri menjadi miliarder dengan mengubah konsep sederhana menjadi kenyataan. Pada 1970-an ia melihat kawasan pergudangan yang dijadikan tempat penyimpanan barang sehingga terpikir untuk melakukan sesuatu jika bisa mengajak semua orang yang memerlukan tempat penyimpanan barang kepadanya.
Jadi, ia membeli kawasan pergudangan dan menjadikannya fasilitas penyimpanan barang. Perusahaannya sekarang ini menjadi perusahaan publik dan yang terbesar dalam bisnis penyimpanan barang swalayan dengan berbagai lokasi di seluruh dunia. Walaupun stok telah berkurang drastis selama beberapa tahun terakhir, ia masih terus menikmati penghasilan usaha.
Satu-satunya kemewahan bagi dirinya adalah melalui peternakan kuda % yang dimiliki serta dirawatnya sendiri.
Di luar itu, orang tidak akan menyangka bahwa ia adalah seorang kaya. Ia juga sangat terlibat dalam amal dan mendermakan harta untuk tujuan-tujuan mulia.

Zhang Li

Zhang Li memulai pekerjaan sebagai buruh pabrik, kemudian sejenak menjadi pegawai pemerintah, baru kemudian menjadi manajer lodge. Tapi, baru setelah masuk ke industri konstruksi lah ia melejit.
Ia membangun bisnis sendiri dan mulai sangat terlibat dalam actual estate. Keputusan cerdasnya adalah keterlibatan dalam beberapa kesempatan terkait Olimpiade Beijing 2008.
Bisnisnya, Guangzhou R&F, didirikan bersama dengan sesama miliarder dari Hong Kong, Li Sze Lim. Bisnis itu menjadi salah satu pengembang properti terbesar di dunia dengan properti di banyak tempat.
Tapi Zhang tetaplah sederhana. Awal yang sederhana membuatnya tetap membumi walaupun menjadi salah satu orang terkaya di China.

Charles Koch

Dalam urusan keuangan, Charles Koch bukan sekedar ikan besar, melainkan paus raksasa dengan kekayaan US$ forty eight,7 miliar. Ia adalah salah satu pemilik sekaligus pimpinan dewan dan CEO untuk Koh Industries, suatu perusahaan yang bermula sebagai perusahaan penyulingan minyak.
Bisnis kemudian berkembang dalam berbagai bidang, termasuk perdagangan, manufaktur, dan investasi.
Tidak banyak yang terdengar tentang dirinya ketika ia sedang menanjak ke atas dan orang baru mengenalnya ketika telah berada di puncak, tapi terutama terkait dengan upaya amalnya, bukan bisnis.
Koch hanya bersuara jika berhubungan dengan politik atau filantropi. Untuk hal-hal lain, ia adalah sosok yang tidak ramai. Usianya memang sudah 80-an, tapi perilakunya tetap sederhana seperti dulu. Jika dalam waktu dekat Anda ingin melancong ke Yogyakarta, jangan lupa cek info penginapan di Jogja untuk harga dan fasilitas terbaik.

Leave a Reply